Busana Muslim Indonesia Hadir Di Paris

Kita mengenal fashion itu sebatas ready to wear atau haute couture. Nah, saat ini ada moslem fashion yang memiliki genre sendiri dan berkembang. Moslem fashion Indonesia itu bahkan saat ini sudah menjadi benchmark (tolak ukur) buat desainer busana muslim negara lainnya. Seperti negeri Jiran sering mengundang desainer Indonesia. Hal ini disebabkan keunikan rancangan busana muslim Indonesia. Tahun lalu animo masyarakat Perancis sangat tinggi sekali. Booth Indonesia paling ramai dan show-nya juga paling dinanti.

Peragaan fashion show yang dimeriahkan oleh enam desianer busana muslim papan atas ini, mengelar seluruh karya mulai dari pakaian kasual hingga busana pergi ke pesta. Para desainer yang ikut berpartisipasi tersebut adalah: Monika Jufry, Defrico Audy, Malik Moestaram, Najua Yanti, Hannie Hananto dan Nieta Handayani
.

Koleksi yang ditampilkan tidak akan jauh-jauh dari tema ini yang akan kami bawa ke Paris. Monika akan menampilkan gaun elegan.

Karya Najua menampilkan busana etnik kontemporer, kali ini Najua bermain dengan tren warna solid seperti merah dengan sentuhan kain blongsong Palembang. Kain daerah Indonesia banyak sekali yang bisa dieksplore dan dijadikan busana. Kreasi dengan bahan lokal sebab itu bikin unik.

Nieta Handayani desainer lain yang juga berencana memeriahkan ajang peragaan busana muslim di Paris nanti, juga akan berkreasi dengan kain Indonesia lainnya, Kali ini Nieta menggunakan kain sasirangan asal Kalimantan Selatan.

Indonesia sudah saatnya menjadi kiblat fashion buat busana muslim. Sebab, busana muslim Indonesia itu terkenal unik. Dari bahan, warna, aksesoris hingga model. Dari material yang beragam ditambah desainer kita yang lebih kreatif membuat busana muslim dari Indonesia beda dan disukai.

Rencananya enam desainer yang akan berangkat itu akan menggelar karya busana muslim dengan konten lokal dan sentuhan karakter masing-masing desainernya.Sedangkan Defrico menampilkan kain tenun songket Palembang dengan warna lembut dan sentuhan romantic dalam rancangannya.

Berbeda dengan Defrico, Malik yang juga menampilkan rancangan warna teduh mengatakan koleksi yang tampil merupakan koleksi Ramadhan. Di Paris kita mau mengenalkan Indonesia dan busana muslim yang ada sentuhan etnik Indonesianya paling disukai. Dari kain hingga aksesoris.


Sedangkan Hani Hananto yang karyanya selalu menampilkan bentuk-bentuk geometri menampilkan Indonesia lewat aksesoris, mulai dari garis, polkadot dan sebagainya. Ajang International Fair of the Moslem World 2012 merupakan ajang yang tidak hanya mengenalkan Indonesia tapi juga membuka pasar busana muslim masuk ke Eropa. Perancis sendiri merupakan negara Eropa dengan penduduk muslim yang banyak. Tahun lalu Indonesia berhasil tampil memukau, dan tahun ini juga kembali mengharumkan nama Indonesia.